Bahan dawet:
- 5 sdm abu merang, larutkan dengan 200 ml air
- 60 gram tepung beras
- 50 gram tepung tapioca
- 500 ml air
- 1/2 sdt garam
- Es batu (plastik 1/2 kg), pecahkan
- 1 1/2 liter air matang
Bahan kuah santan:
- 2 gelas belimbing santan dari 1/2 butir kelapa
- 2 lembar daun pandan
- 1/2 sdt garam
Bahan kuah gula:
- 500 gram gula aren/merah
- 2 lembar daun pandan
- 2 gelas air
Cara Pembuatan :
- Saring larutan abu merang dengan kain halus (sapu tangan). Endapkan.
- Campur larutan abu merang dengan kedua tepung. Endapan abu jangan diikutkan. Aduk hingga tidak bergerindil.
- Siapkan es batu dengan air dalam wadah terpisah.
- Didihkan 500 ml air dan garam.
- Aduk-aduk terlebih dahulu larutan tepung hingga rata lalu masukkan ke dalam air yang mendidih sambil diaduk-aduk hingga mengental dan meletup-letup. Api kecil saja ya…
- Siapkan cetakan dawet dan centong plastik. Saya pakai serokan bolong-bolong.
- Ambil 1 centong adonan lalu cetak dengan cara menekan adonan hingga jatuh ke air es. Jaraknya dengan air es jangan terlalu dekat.
- Lakukan hingga adonan habis sebelum dingin. Adonan yang dingin membuat si dawet sulit dicetak.
- Didihkan bahan kuah gula lalu saring.
- Didihkan bahan kuah santan sambil terus diaduk-aduk supaya tidak pecah. Saring.
- Tata dalam mangkok atau gelas. Dawet, kuah gula, lalu kuah santan. Beri es secukupnya.
- Jika ingin awet, simpan dawet dan kuah dalam wadah rapat secara terpisah di dalam kulkas

